Kelengkapan Program Sembako Berkurang Untuk Biaya Karantina Covid-19, TKSK Kecamatan Banyuanyar Tidak Berdaya.

  • Whatsapp

Probolinggo,kabaroposisi.net,- Tidak Sejalan dengan arah kebijakan, Pemerintah Desa Sentulan kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo Provinsi Jawa Timur diduga telah merampas sebagian Hak Masyarakat di tengah Pandemi Covid-19. Dalam penyaluran Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). 19/05/2020

Informasi didapat, Sebagaimana BPNT adalah Bantuan Sosial Pemerintah dalam Upaya Perlindungan sosial masyarakat akan pangan, yang diberikan dalam bentuk bantuan sosial pangan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah/keluarga miskin dan rentan. Bantuan sosial pangan bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran keluarga miskin dan rentan tersebut dalam memenuhi kebutuhan pangannya.

Sebagaimana, menurut keterangan sejumlah KPM yang tidak mau disebut namanya, kepada Kabar Oposisi Probolinggo mengatakan, Penyaluran Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Sembako di Desa Sentulan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hanya mendapatkan Sembako berupa, Beras, Telur, Dan Ikan Laut. Bahkan semenjak beberapa Bulan yang lalu KPM mengatakan, untuk Komoditas dari Sumber Protein Nabati dan Sumber Vitamin Mineral hanya pernah menerima Sekali semenjak bantuan tersebut terealisasi.

Sementara “Hijrah” selaku TKSK di wilayah Kecamatan Banyuanyar saat di hubungi melalui Via Telepon, mengenai kelengkapan Sembako BPNT diantaranya, Sumber Protein Nabati kacang-kacangan termasuk Tahu dan Tempe, dan sebagai Sumber vitamin dan mineral: sayur-mayur, buah-buahan,. Kepada Awak media mengenai perihal tersebut “Hijrah” menginstruksikan untuk menanyakan kepada kepala Desa. “Katanya”.

Kepala Desa Sentulan Fathur Rohman saat dihubungi mengatakan, di karenakan pada saat itu Ikan, Beras dan telur yang datang lebih dulu maka dirinya menginstruksikan untuk membagikannya lebih awal untuk menghindari kerusakan pada Ikan Laut. “Katanya”

lalu bagaimana dengan tahu/tempe sebagai Sumber Protein Nabati Dan sumber Vitamin yang terdiri dari buah serta sayur Mayur yang semenjak saat ini hanya dibagikan sekali?

Disamping itu fathur Mengatakan, pihaknya sudah melakukan kesepakatan dengan warganya terkait pengurangan Komoditas Kelengkapan SEMBAKO. sebagaimana bahasa kepala desa, “Saya pun sepakat dengan masyarakat. Dana yang masih terpending di saya bukan saya pegang tapi masih saya kenak pakek dana karantina yang belum turun.”

Lengkapnya, untuk jenis Komoditas sumber Protein Nabati dan kelengkapannya, akan disalurkan pada tahapan perealisasian bantuan sembako pada Bulan selanjutnya. “Pungkasnya”.

Sebagaimana Program BPNT yang sebelumnya per-KPM mendapat Bantuan sebesar Rp.150.000 dan kemudian ada pergeseran Program yang kemudian di sebut sebagai Program Sembako ada kenaikan Anggran per-KPM menjadi Rp.200.000 yang pencairannya dilakukan secara Non-tunai. Dana tersebut KPM dapat membelanjakan Dananya berupa sembako pada Toko atau Agen-agen yang di Tunjuk. (Win)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *