Kades Singolatren Tegaskan Kesadaran ODR Untuk Isolasi Mandiri

  • Whatsapp

Kabaroposisi.net (Banyuwangi)

Pada Safari Romadhon Sabtu malam 02/05/2020 Kepala Desa Singolatren Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi, Apandi di Dusun Pengastulan. Menekankan kepada masyaraktnya yang datang dari luar kota untuk sadar jalani isolasi mandiri di rumahnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Apandi selaku Kepala Desa mengingat banyak masyarakatnya yang datang dari perantauan terutama dari daerah Bali. Sehingga masyarakatnya yang bestatus sebagai Orang Dalam Resiko (ODR) itu harus mendapatkan perhatian serius. Safari Romadhon kali ini dilaksanakan di Masjid Baitul Muttaqin Dusun Pengastulan.

Seperti pada Safari Romadhon di Dusun-Dusun lain sebelumnya, Apandi tak bosan-bosannya memberikan saran dan himbauan demi memutus mata rantai penyebaran wabah covid-19 di Desanya. Diantaranya diminta masyarakatnya rajin cuci tangan, pakai masker kalau kontak langsung dengan orang lain dan aktivitas di luar rumah. Disarankan cek kesehatan ke Puskesmas bila ada yang mengalami gangguan kesehatan seringan apapun. Disinggung juga masalah jaga kebersihan antisipasi terhadap penyakit Demam Berdarah (DBD).

Dalam penuturannya kepada awak media Kades Apandi mengatakan bahwa masalah Virus Corona (Covid-19) masih tetap jadi bahasan utama dalam setiap Safari Romadhonnya.

“Saya dalam hal ini tetap atensi pada masalah Virus Corona, yang dari perantauan harus isolasi dan cek kesehatan ke Puskesmas. Saya juga agendakan khusus untuk kunjungan ke setiap warga pendatang dari perantauan. Ditekankan untuk jaga kebersihan lingkungan, antisipasi permasalahan wabah DBD tentang nyamuk. Dan mengingat maraknya aksi kejahatan dampak Covid-19 saya juga minta antisipasi tentang kerawanan. Yaitu agar hidupkan kegiatan siskamling”, ujarnya.

Pada kesempatan itu pula Kades Apandi sosilisasi dan memberikan pengarahan masalah bantuan dampak virus Covid-19 terkait Bantuan Langsung Tunai (BLT) supaya tidak menimbulkan kecemburuan sosial. Kades Apandi menjelaskan tentang siapa warga yang layak dan tidak layak menerima BLT. Salah satunya dijelaskan bahwa yang mendapatkan BLT adala warga yang tidak pernah tersentuh program bantuan seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan PKH.

Setelah beramah tamah dan sosialisasi Kades Apandi seperti biasanya menyerahkan bantuan peralatan sholat (sarung) untuk jajaran Takmir Masjid Baitul Muttaqin Dusun Pengastulan. (rh35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *