Pemudik Lokal & Dari Luar Negeri Tak Terkendali, Otomatis ODR Banyuwangi Meningkat

  • Whatsapp

Kabaroposisi.net (Banyuwangi).

Informasi dari relawan Posko Mudik Observasi Covid-19 yang ada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi – Jember. Arus kedatangan pemudik baik lokal maupun dari luar negeri mengalami lonjakan saban harinya. Yang mana kondisi tersebut berpengaruh pada peningkatan keberadaan Orang Dalam Resiko (ODR) di Banyuwangi.

Orang Dalam Resiko (ODR) yang dimaksut adalah mereka yang datang dari luar kota/perantauan juga luar negeri yang wilayahnya terpapar Virus Corona (Zona Merah). Suha Rifai menuturkan, “Pemudik dari luar negeri asal Hongkong, Taiwan, dan Singapura mendominasi”, Lanjutnya, “Sementara bukan rahasia lagi kalau negara Hongkong, Taiwan, dan Singapura adalah negara-negara yang lebih dulu terpapar Virus Corona dari pada Indonesia mas”, kata Suha Rifai.

Celetuk salah satu dari tim relawan yang lain mengatakan, “Di Banyuwangi sendiri tidak ada alat canggih untuk bisa mendeteksi secara dini gejala-gejala orang terjangkit Virus Covid-19. Untuk mengetahui ada yang terpapar, untuk memastikan terkonfirmasi positif Covid-19 harus nunggu perjalanan hasil uji lab/swab dari Surabaya”, celetuknya.

Menurut M. Sholeh Relawan Posko Mudik Observasi Covid-19 Timbangan Kalibaru, para pemudik khususnya Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Dibekali Kartu Kewaspadaan dari Kementerian Kesehatan yang isinya catatan hasil tes di Bandara. Itupun bukan jaminan yang bersangkutan benar-benar aman. Haral M. Sholeh Pemerintah Desa harus tetap menindak lanjuti ke petugas kesehatan atau Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat dan memastikan para TKI jalani isolasi mandiri selama 14 hari.

“Informasi yang kami teruskan ke Pemerintah Desa tentang ODR hendaknya benar-benar ditindak lanjuti dikoordinasikan dengan Gugus Tugas Percapatan Penangan Covid-19 atau Petugas Kesehatan setempat. Dan bangkitkan kesadaran untuk bersedia jalani isolasi mandiri selama 14 hari di rumah masing-masing. Karena kalau tidak maka bisa mungkin terjadi penambahan kasus yang lainnya”, harap M. Sholeh. (rh35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *