Banyuwangi Positif Covid-19 Tambah 1 Orang Warga Kecamatan Singojuruh

  • Whatsapp

Kabaroposisi.net.|Banyuwangi – Diperoleh informasi terbaru info Covid-19 Banyuwangi sumber data Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi per 25 April 2020. Orang Dalam Resiko (ODR) sebanyak 5678 orang, Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 711 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebayak 12 orang, dan Positif Covid-19 sebanyak 4 orang.

Berdasarkan informasi tersebut yang Positif Covid-19 mengalami penambahan 1 orang. Terlihat pada Peta Sebaran Covid-19 penambahan status Postif Covid-19 berada di wilayah Kecamatan Singojuruh. Sayangnya mesih belum diperoleh informasi detail alamat warga Kecamatan Singojuruh yang Positif Covid-19 tersebut dari Dusun dan Desa mana.

Kepala Puskesmas Singojuruh Supriyadi Bintoro saat dikonfirmasi membenarkan adanya informasi Pasian Positif Covid-19 warga Kecamatan Singojuruh. Selanjutnya awak media pertanyakan langkah apa yang akan dilakukan sehubungan dengan kondisi tersebut. Antisipasi penularan/penyebaran di wilayah Kecamatan Singojuruh termasuk pada keluarga pasien yang mungkin selama ini pernah kontak langsung dengan Pasien di Rumah Sakit.

Kepada awak media Kepala Puskesmas Singojuruh Supriyadi Bintoro menjelaskan apa yang akan dilakukan.

“1.Tracking (melacak), perjalanan pasien ke mana saja. 2. Kontak tracing; yaitu mencari/menelusuri/melacak orang yang pernah kontak dengan pasien”, jelasnya.

Dengan adanya informasi yang sangat mengejutkan itu, warga terutama para Kepala Desa di wilayah Kecamatan Singojuruh sontak melalui media Hp (WhatApp) saling bertukar informasi mencari tahu warga desa mana asal pasien yang kabarnya sedang jalani perawatan di Rumah Sakit Darmo Surabaya itu.

Salah satu Kades yang berhasil dikonfirmasi merespon informasi tersebut adalah Kades Singolatren Apandi. Merespon informasi tersebut kepada awak medi demi kewaspadaan menyampaikan.

“Kita himbau tetap mengikuti maklumat dan mengikuti arahan protokol kesehatan karena ini sudah jelas. Himbauan kita agar kegiatan apa pun yang mendatangkan orang banyak/berkumpul tidak boleh. Termasuk sholat jum’at dan teraweh, dan juga orang yang pernah punya penyakit bawaan yang ketahanan tubuh lemah dan yang baru datang/mudik dari luar kota harus isolasi diri di rumah. Dan saya berharap kepada semua jajaran ke Ta’miran seluruh Desa Singolatren harus ikuti maklumat Pemerintah dan juga dari MUI, NU, Muhamadiyah, Babul Masa’il dll. Dan itu saya lakukan demi keselamatan kita semua, toh ini semua hanya sementara selama adanya virus covid-19”, tegas Kades Apandi. (rh35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *