BPD Kemiri Dukung Kebijakan Kadesnya Pasang Benner Himbauan Pada Kreditur

  • Whatsapp

Kabaroposisi.net (Banyuwangi)

Adi Cahyono S. Sos. SH, MH Ketua BPD Kemiri Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi, yang juga berprofesi sebagai Advokat. Mendukung penuh kebijakan Kepala Desanya yang mengeluarkan himbauan kepada Kreditur sehubungan dengan dampak Covid-19. Baik yang melakukan cara penagihan harian, mingguan, maupun bulanan, bahkan kreditur kendaraan.

Menanggapi apa yang dikakukan oleh Kepala Desanya Adi Cahyono yang sebentar lagi sandang helar Doktor dibidang hukum itu, sekilas berargumentasi.

“Pandemi Corona berdampak signifikan pada perekonomian masyarakat Desa Kemiri, terutama yang menjalankan usaha mikro yangg mengambil kredit di lembaga jasa keuangan. Selama pandemi corona ini pendapatan warga anjlok dan tidak bisa membayar angsuran”, ujarnya.

Lanjut ditegaskan, “Dan hibauan itu sudah dikonsultasikan ke lembaga terhormat BPD yang ada di Desa kemiri”. Masih urai Adi Cahyono, “Warga ini sedang krisis dari segi finansial, nggak bisa jalan, untuk makan sehari-hari saja susah, apalagi untuk bayar angsuran”, urainya lebih lanjut.

Adi Cahyono selekau BPD kepada awak media sedikit berkisah, pasca menerbitkan kebijakan tersebut, dirinya sering menerima tamu dari golongan juru tagih lembaga jasa keuangan, karena Kepala Desa susah di temui.

“Saat juru tagih menemui saya selaku ketua BPD, langsung saya saya lakukan Dialog untuk menyamakan Pandangan tentang krisis ekonomi akibat pandemi corona. Alhamdulillah smua memahami dan ini sipatnya sementara sampai wabah corona ini berakhir dan ekonomi warga pulih kembali. Memang setiap kebijakan memiliki konsekwensi hukum, tapi dalam kondisi seperti ini setiap orang seharusnya bisa memaklumi”, imbuhnya.

Diakhir penyampaiannya Adi Cahyono selaku Ketua BPD kembali pertegas bahwa kebijakannya bersama Kepala Desa ambil dipandang sangat perlu. Sebab masyarakat di desa Kemiri adalah golongan menengah ke bawah. Jelasnya, warga Kemiri mengakses permodalan itu di peruntukan menjalankan usaha mikronya seperti berjualan es dawet, toko peracangan, bakso keliling, dan usaha dagang lainnya.

“Saya pun meminta kepada masyarakat jika ditagih utang dan tidak mampu membayar, agar mengalihkan ke saya. Saya siap datang dan didatangi untuk memberi penjelasan. Dan ini berlaku untuk Leasing, Debt Colektor, penagih kredit lainya dan jasa perbankan, koperasi, jasa dan keuangan lainya”, pungkanya. (rh35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *