Ketua HIPPA & Perwakilan Petani Desa Singolatren, Keluhkan Krisis Air Kepada Kepala Desa

  • Whatsapp

Kabaroposisi.net |Banyuwangi – Kepala Desa Singolatren Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi. Kamis malam 16/04/2020 sekira pukul 19:00 Wib, terpaksa ngantor karena harus menerima kehadiran Ketua Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Desa Singolatren dan perwakilan petani.

Kehadiran Ketua HIPPA Desa Singolatren Holik dan perwakilan petani di kantor Desa Singolatren Kamis malam Jumat itu. Kabarnya sedang mengadukan permasalahan urgen kepada Kepala Desa Apandi. Mendengar informasi tersebut awak media merapat ke kantor Desa dan mengikuti jalannya pertamuan antara Ketua HIPPA, perwakilan petani dengan Kepala Desa Apandi di rungannya.

Dari pembicaraan mereka awak media tangkap bahwa Ketua HIPPA dan perwakilan petani Desa Singolatren itu. Serius menyampaikan permasalahan pertanian, yang fokus pembicaraan adalah tentang terjadinya kebutuhan air untuk pengairan lahan pertanian.

“Begini Pak Kades, sebelumnya saya mohon maaf mengganggu jam istirahat Pak Kades. Tapi karena ada persoalan yang sangat penting dan saya sebagai Ketua HIPPA tidak bisa menemukan solusinya. Terpaksa saya ajak perwakilan petani menghadap Pak Kades. Bapak-bapak ini sudah lama menyampaikan keluhan kepada saya tentang kesulitan air untuk pertaniannya”, sekilas kalimat tertangkap dari Holik Ketua HIPPA Desa Singolatren.

Suasana sedikit jadi agak ramai dalam ruangan Kades Apandi, ketika masing-masing saling lontar keluhan dan permintaan kepada Kades Apandi. Yang intinya mereka minta bantuan Kades Apandi carikan solusi bagaimana pengairan ke lahan pertanian warga lancar.

Menanggapi apa yang disampaikan oleh Ketua HIPPA dan perwakilan petani itu, Kades Apandi menjawab mengatakan,

“Terima kasih atas koordinasinya, apa yang bapak-bapak sampaikan saya tampung dan akan saya coba koordinasikan ke Dinas Pengairan. Saya akan minta petunjuk bagaimana baiknya supaya petani di Desa Singolatren tidak mengalami kesuliatan air untuk pertanian. Mudah-mudahan saja Dinas Pengairan bisa memberikan petunjuk yang baik untuk kita semua”, jawab Kades Apandi responnya.

Sebelumnya ramai kabar bahwa Daerah Aliran Sungai (DAS) Binao terutama pada Dam Tembelang terjadi pendangkalan dan terjadi penyumbatan pada pintu-pintu pembagi air. Pantauan media sebelumnya terlihat pada saluran cacingan terjadi endapan-endapan material pasir yang katanya nerasal dari longsoran lereng Gunung Raung. Bahkan menurut Holik Ketua HIPPA material pasir itu ada yang sampai masuk ke lahan pertanian warga.

Dikonfirmasi berbeda, Kades Apandi kepada awak media menyampaikan,

“Saya akan tindak lanjuti bersama BPD apa yang dikeluhkan petani dan Ketua HIPPA tadi. Akan kami carikan solusinya bagaimana, nanti saya bersama BPD akan musyawarah besok pagi. Yang jelas kebutuhan air untuk petani harus diupayakan karena kalau tidak akan berpengaruh juga pada hasil pertanian bisa-bisa terjadi gagal panen kita semua susah nantinya”, tegasnya. (rh35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *